Jilid IV menarasikan awal interaksi Nusantara dengan dunia Barat yang ditandai masuknya kekuatan Eropa, mulai dari Portugis dan Spanyol, disusul Belanda dan bangsa-bangsa Barat lain ke dalam jaringan perdagangan global. Periode ini menciptakan dinamika kompetisi, aliansi, dan resistensi: melalui jalur maritim dan pelabuhan-pelabuhan strategis, kekuatan lokal seperti Aceh, Gowa, Mataram, Ternate…
Jilid II membahas warisan peradaban Nusantara setelah masyarakatnya melakukan perjumpaan budaya dengan tiga kekuatan peradaban besar dunia saat itu, yaitu India, Tiongkok, dan Persia, sebuah perjumpaan yang menandai terbentuknya jaringan budaya dan ekonomi lintas kawasan. Lewat narasi tentang kerajaan dan perdagangan maritim, jilid ini menegaskan bahwa Nusantara adalah ruang sejarah yang secara…
Lingkungan hayati Nusantara yang kaya dan menantang membentuk kehidupan manusia purba dan modern lewat migrasi, adaptasi ekologis, dan inovasi teknologi, mulai dari evolusi sistem sosial dan kepercayaan hingga teknologi awal bercocok tanam dan peleburan logam, yang memperlihatkan budaya unggul lokal yang berakar kuat, dengan tradisi maritim dan permukiman pesisir yang menegaskan Nusantara sebag…
Apa yang kau lihat di savana? Rerumputan? Satu-dua pohon yang meranggas? Atau sapi dan kuda yang tengah merumput? Apa yang kau rasakan ketika di savana? Panas? Udara kering yang membuat dahaga? Atau semilir angin yang membuai? Kalau kau tanya aku. Maka aku jawab begini: Aku melihat ketangguhan di savana. Pada rumput yang kering, berwarna cokelat, terinjak. Tapi besok-besok tetap ada, meng…
"Karena kau bisa memahami bahwa pelangi tampak indah karena berwarna-warni. Begitu juga kehidupan kita, indah karena warna kulit yang berbeda, ukuran mata tak sama, bentuk rambut yang berlainan. Kau sungguh anak pelangi, Ras." Buku ini tentang Rasuna, yang tinggal di lingkungan sangat beragam, dengan segala permasalahannya. Masa anak-anak yang seru dan lucu, mulai dari sekolah, lapangan berm…
Badai kembali membungkus kampung kami. Kali ini aku mendongak, menatap jutaan tetes air hujan dengan riang. Inilah kami, Si Anak Badai. Tekad kami sebesar badai. Tidak pernah kenal kata menyerah. Buku ini tentang Si Anak Badai yang tumbuh ditemani suara aliran sungai, riak permukaan muara, dan deru ombak lautan. Si Anak Badai yang penuh tekad dan keberanian mempertahankan apa yang menjadi m…
"Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan." Buku ini tentang Nurmas, si anak cahaya yang memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menkjubkan. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nurmas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian…
"Kau anak paling kuat di keluarga ini, Amelia. Bukan kuat secara fisik, tapi kuat dari dalam. Kau adalah anak yang paling teguh hatinya, paling kokoh pemahaman baiknya. Kau menyayangi sekitar, dan sungguh-sungguh mau membantu orang lain." Buku ini tentang Amelia, kisah anak yang memiliki mimpi-mimpi hebat untuk kampung halamannya. Dari puluhan buku Tere Liye, serial ini adalah mahkotanya.
"Aku Eliana, si anak pemberani, anak sulung Bapak dan Mamak yang akan menjadi pembela kebenaran dan keadilan. Berdiri paling gagah, paling depan." Buku ini tentang Eliana, anak pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lemah kampungnya. Saat kerakusan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahu-membahu melakukan perlawanan. Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah …
"Kau bukan Pukat si anak yang pintar..........kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius." Buku ini tentang Pukat, si anak paling pintar dalam keluarga, masa kecilnya dipenuhi petualangan seru dan kejadian kocak serta jangan lupakan pertengkaran dengan kakak dan adik-adiknya. Tapi apakah dia mampu menjawab teka-teki hebat itu, apakah harta karun paling berharga di kampung mereka? …