Buku
Menggapai Impian
Impian tempatnya dekat dengan air mata, di samping keringat dan kepalan tangan yang pantang menyerah. Impian sangatlah layak bagi mereka yang bersedia untuk bermimpi, dan yang yakin dengan mimpinya. Semua orang mempunyai hak yang sama. Pergunakan sesegera mungkin, karena waktu tak bisa kembali.
Aku adalah seorang pemimpi, banyak mimpi-mimpi yang ingin aku wujudkan menjadi nyata. Banyak orang yang bilang kalau mimpiku itu seperti khayalan. Terlalu tinggi dan berangan-angan, aku ucapkan terima kasih kepada mereka yang telah meragukanku. Karena aku sadar, untuk mencapai tangga yang paling tinggi butuh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Sedang kata-kata peragu mereka itu? Adalah cara agar aku lebih kuat dalam meyakini setiap mimpiku. Aku seorang pemimpi, karena itu hobiku. Hobiku? Ya... Hobiku adalah bermimpi dan menjadikannya nyata.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Jika Lelah Istirahatlah Namun Jangan Menyerah | Cetakan Pertama | id |
| Teruntuk Kamu | Cetakan Kelima | id |
| Bersabar dalam Penantian | Cetakan Keempat | id |
| Tentang Rasa Mengikhlaskan | Cetakan Kelima | id |
| Menuju Baik Itu Baik | Cetakan Keenam | id |
| You are My Inspiration | Cetakan Kedelapanbelas | id |
| Ketetapan Terindah | Cetakan Kelima | id |
| Kamu Berhak Bahagia | Cetakan Pertama | id |
| Menjemput Jodoh | Cetakan Pertama | id |
| Agar Hatiku Menjadi Ikhlas | Cetakan Pertama | id |