Buku
Bedebah di Ujung Tanduk
Di negeri para bedebah, pencuri, dan perampok bagai musang berbulu domba. Di depan, wajah mereka tersenyum penuh pencitraan, tetapi di belakang penuh tipu-tipu.
Di Negeri Ujung Tanduk, pencuri dan perampok berkeliaran menjadi penegak hukum. Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi, tapi setidaknya dalam situasi apa pun, petarung sejati akan terus memilih kehormatan hidupnya, bahkan ketika nasib di ujung tanduk. Dia akan terus bertarung habis-habisan bersama sahabat sejati. Karena esok, matahari akan terbit sekali lagi bersama harapan.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Bandit-Bandit Berkelas | id | |
| Pulang | id | |
| Pergi | id | |
| Pulang Pergi | id | |
| Negeri Para Bedebah | Cetakan Ketujuhbelas | id |
| Negeri di Ujung Tanduk | id | |
| Tanah Para Bandit | id | |
| Bandit-Bandit Berkelas | id |