Jilid V menggambarkan pembentukan negara kolonial di Nusantara setelah runtuhnya VOC pada akhir abad ke-18. Pemerintah kolonial Belanda menata ulang administrasi, hukum, ekonomi, dan infrastruktur untuk memperkuat kendali atas wilayah Nusantara, antara lain melalui sistem tanam paksa, pemungutan pajak, pembangunan jalan dan jalur rel kereta api, serta penerapan hukum positif Eropa, yang bersama…
Jilid IV menarasikan awal interaksi Nusantara dengan dunia Barat yang ditandai masuknya kekuatan Eropa, mulai dari Portugis dan Spanyol, disusul Belanda dan bangsa-bangsa Barat lain ke dalam jaringan perdagangan global. Periode ini menciptakan dinamika kompetisi, aliansi, dan resistensi: melalui jalur maritim dan pelabuhan-pelabuhan strategis, kekuatan lokal seperti Aceh, Gowa, Mataram, Ternate…
Jilid III menyoroti keterhubungan Nusantara dengan dunia Islam melalui jalur perdagangan maritim yang berporos di Lautan Hindia sejak abad ke-7 Masehi, yang menjadikan kepulauan ini simpul yang semakin penting dalam jaringan perdagangan global rempah-rempah. Interaksi dengan para pedagang Muslim membawa pengaruh besar terhadap pembentukan komunitas Islam, transformasi politik melalui lahirnya k…
Jilid II membahas warisan peradaban Nusantara setelah masyarakatnya melakukan perjumpaan budaya dengan tiga kekuatan peradaban besar dunia saat itu, yaitu India, Tiongkok, dan Persia, sebuah perjumpaan yang menandai terbentuknya jaringan budaya dan ekonomi lintas kawasan. Lewat narasi tentang kerajaan dan perdagangan maritim, jilid ini menegaskan bahwa Nusantara adalah ruang sejarah yang secara…
Lingkungan hayati Nusantara yang kaya dan menantang membentuk kehidupan manusia purba dan modern lewat migrasi, adaptasi ekologis, dan inovasi teknologi, mulai dari evolusi sistem sosial dan kepercayaan hingga teknologi awal bercocok tanam dan peleburan logam, yang memperlihatkan budaya unggul lokal yang berakar kuat, dengan tradisi maritim dan permukiman pesisir yang menegaskan Nusantara sebag…
Jilid VI yang merupakan bagian keenam dari buku Sejarah Nasional Indonesia yang membahas secara khusus mengenai masa Proklamasi hingga dinamika politik Indonesia kontemporer.
Jilid V yang merupakan bagian kelima dari buku Sejarah Nasional Indonesia yang membahas secara khusus mengenai lahirnya kesadaran berbangsa dan perjuangan modern melalui organisasi politik.
Jilid IV yang merupakan bagian keempat dari buku Sejarah Nasional Indonesia yang membahas secara khusus mengenai periode awal kedatangan bangsa Eropa hingga pengukuhan kekuasaan kolonial Belanda.
Jilid III yang merupakan bagian ketiga dari buku Sejarah Nasional Indonesia yang membahas secara khusus proses Islamisasi dan pergeseran pusat kekuasaan dari pedalaman ke pesisir.