Bagaimana rasanya perjalanan pertama? Ketika bibir tak henti untuk bergetar, rupanya dadaku pun begitu berdegup kencang. Aku paksakan untuk segera melawannya. Dengan segenap perjuangan raga dan upaya, teringat aku pernah berpikir pada diriku sendiri. Dengan siapa kelak aku akan bersama? Rasanya tak ada banyangan sedikit pun saat itu. Namun Allah punya banyak cara, kamulah yang akhirnya aku tuju…
Untukmu yang berada di sana, apakah sudah ada pria yang mengkhitbahmu? Jika belum, bolehkah aku untuk bertemu dengan ayahmu besok? Seumpama daun menari, aku akan sangat berterimakasih jika kamu izinkan. Jika pun tidak kamu izinkan, tidak apa kan jika aku tetap melangkahkan kaki ini ke rumahmu? Mengenai apa jawaban dan keputusanmu, aku akan menerimanya esok dengan keikhlasan hati. Namun sebel…
Jangan pernah takut untuk berada di puncak, sebab kamu tidak sendiri. Jika pun kamu sendiri, yakinlah akan ada doa-doa yang menemanimu di sana. Jangan lupakan aku yang ada di dasar itu, yang mendoakan dan memberikan semangat, untukmu. Kamu memang yang terbaik, dan kamu akan selalu menjadi yang terbaik. Karena kamu … Teramat baik. Jika kamu bertanya mengapa aku sampai sejauh ini, aku …
Aku begitu memaknai sebuah proses. Sebab tanpa proses, maka hasil yang didapat bukanlah hal yang bisa didapat. Menuju mendapatkan hasil membutuhkan sebuah proses. Karenanya, hargailah setiap proses pada setiap detik yang kita punya. Ketika kita tidak menghargai sebuah proses? Maka hasil yang didapat pun akan menjadi tidak berharga. Dalam hari-hari yang kita lewati, akan ada satu tujuan yang …
Untuk kamu. Tidak apa-apa, ikhlaskan saja. Nanti juga kamu akan mengerti kenapa kamu sesakit ini. Sekarang ada baiknya kamu istirahat sebentar. Pelan-pelan, waktu akan menjadi obat. Dan kamu akan sembuh juga pada akhirnya. Yakin, percaya. Kamu akan tersenyum sambil mengingat kejadian yang dulu. Menertawakan karena kamu pernah serumit sekarang.
Luangkan waktumu untuk menemui-Nya dengan sengaja, kamu doakan dia dengan tulus. “Permudahkanlah segala urusannya, buatlah hari-harinya penuh dengan kebahagiaan”. Ucapmu dengan lirih. Tahukah? Bisa jadi sesungguhnya ia yang dikarenakan sesuatu adalah hasil dari doamu selama ini, permasalahan dia tahu atau tidak tentang doamu itu bukan masalahmu, tersebab yang kamu inginkan hanyalah meliha…
Buku "Aku Tersentuh Cinta" adalah sebuah panduan spiritual dan psikologis bagi individu yang sedang mengalami dinamika perasaan cinta. Arif Rahman Lubis menekankan pentingnya proses "menyentuh" cinta dengan cara yang benar menurut syariat Islam. Buku ini membimbing pembaca untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), melepaskan cinta yang belum halal melalui proses move on yang positif, dan fokus…
Buku ini untukmu... Yang hatinya sedang tersentuh cinta. Yang berjuang agar cinta tak terkotori nafsu berlumur dosa. Yang sedang berusaha mengikhlaskan perpisahan. Yang ingin memantaskan diri menjadi sosok idaman. Yang mengupayakan restu kedua orang tua. Yang berusaha untuk mendekatkan jodoh impian. Bacalah.. Buku ini spesial untukmu
Apalah arti memiliki, Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan, Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa…