Jilid IV menarasikan awal interaksi Nusantara dengan dunia Barat yang ditandai masuknya kekuatan Eropa, mulai dari Portugis dan Spanyol, disusul Belanda dan bangsa-bangsa Barat lain ke dalam jaringan perdagangan global. Periode ini menciptakan dinamika kompetisi, aliansi, dan resistensi: melalui jalur maritim dan pelabuhan-pelabuhan strategis, kekuatan lokal seperti Aceh, Gowa, Mataram, Ternate…
Jilid III menyoroti keterhubungan Nusantara dengan dunia Islam melalui jalur perdagangan maritim yang berporos di Lautan Hindia sejak abad ke-7 Masehi, yang menjadikan kepulauan ini simpul yang semakin penting dalam jaringan perdagangan global rempah-rempah. Interaksi dengan para pedagang Muslim membawa pengaruh besar terhadap pembentukan komunitas Islam, transformasi politik melalui lahirnya k…